✔ Sistem Pencernaan Kucing

✔ Sistem Pencernaan Kucing

Sistem Pencernaan Kucing

.

sistem pencernaan pada kucing

.

“Tak kenal maka tak cinta”, catlovers pasti tahu erti peribahasa ini.

Dari segi luaran mungkin kita pakar, namun bagaimana dengan yang berada di dalam tubuh kucing, seperti sistem pencernaannya?

Secara umum, sistem pencernaan pada kucing sangat mirip dengan manusia, kerana pada dasarnya baik manusia maupun kucing adalah mamalia.

Namun ada perbezaan antara kita dan kucing, iaitu pencernaan kucing lebih kepada karnivor (makan daging) , sementara manusia adalah omnivor (seimbang antara makan daging dan tumbuhan).

Kucing adalah salah satu haiwan mamalia karnivor yang memiliki diet terhad. Diet atau makanan mereka harus mengandungi vitamin tertentu, asid lemak, dan asam amino, serta bahan kimia lainnya yang disebut taurin yang hanya didapati melalui daging.

Kucing tidak dapat menghasilkan taurin ini dari sumber makanan lain seperti tanaman, sedangkan zat ini sangat penting bagi kucing karana tanpa taurin, kucing tidak dapat bertahan hidup.

Tidak seperti haiwan herbivor( makan tumbuhan) yang sukar mengurai nutrisi tanaman, daging relatif mudah diurai dan diserap nutrisinya di usus.

Oleh kerana itu sistem pencernaan kucing relatif singkat dan sederhana, dibandingkan dengan sistem pencernaan haiwan herbivor seperti lembu.

Sistem pencernaan kucing domestik sedikit lebih panjang dibandingkan kucing liar (baka asal).

Hal ini menunjukkan bahwa sistem pencernaan kucing telah beradaptasi dengan jenis makanan sehari-harinya (mungkin dari sisa-sisa makanan manusia yang mengandung daging dan bijirin) sejak pertama kali berinteraksi dengan manusia beberapa ribu tahun silam.

Pola makan kucing adalah sedikit-sedikit namun sering. Mereka memerlukan waktu sekitar 20 jam untuk memproses makan menjadi bahan buangan.

1. Mulut Kucing

mulut kucing, sistem pencernaan pada kucing

struktur mulut kucing

.

Mulut adalah pintu masuk sistem pencernaan pada kucing.

Biasanya kucing menelan makananannya dalam bentuk potongan tanpa mengunyahnya, kerana gigi kucing tidak memiliki permukaan datar seperti manusia.

Selain itu rahang kucing hanya bergerak naik dan turun, sementara rahang manusia bergerak dari sisi ke sisi untuk membantu mengunyah makanan. Lidah kucing yang kasar juga berfungsi untuk memarut dan merobek daging dan mencampurkannya dengan air liur untuk memulakan pemecahan karbohidrat serta membantu agar makanan mudah ditelan.

2. Esofagus dan Perut

lambung, sistem pencernaan pada kucing lambung, sistem pencernaan pada kucing

Setelah lidah kucing membantu menelan makanan, maka selanjutnya makanan tersebut akan melalui esofagus menuju perut.

Semasa di perut, makanan kucing akan dicerna dengan bantuan enzim di perut untuk memudahkan kucing untuk menyerap nutrisi yang ada di makanan — terutama protein.

Enzim ini cukup kuat sehingga boleh menguraikan tulang.

Makanan yang diuraikan kemudian menuju ke usus.

3. Duodenum, hati dan pankreas

duodenum, sistem pencernaan pada kucing

Di dalam duodenum terjadi dua proses, iaitu kantung hempedu akan mengeluarkan cairan hempedu dan pankreas akan mengeluarkan beberapa enzim.

Hempedu adalah sebuah zat kimia yang diproduksi oleh hati dan disimpan dalam kantung hempedu.

Fungsi hempedu adalah untuk memecah molekul lemak besar menjadi lebih kecil sehingga dapat diserap dalam tahap pencernaan selanjutnya.

Enzim-enzim yang dihasilkan oleh pankreas berfungsi untuk menetralkan molekul dalam makanan dan membantu mencerna gula, lemak dan protein. Salah satu enzim itu adalah insulin, yang berfungsi untuk mengawal kadar glukosa dalam darah.

4. Usus kecil dan usus besar

dog_gi cat_colon

Usus kecil adalah bahagian terpanjang dari sistem pencernaan kucing.

Semua nutrisi yang ada pada makanan akan diserap di sini.

Pada usus kecil ini terdapat vili yang akan menyerap protein, enzim, elektrolit dan air.

Dalam usus besar, atau yang disebut dengan kolon, air dan elektrolit yang tersisa akan diserap dari makanan.

Najis yang padat akan mulai terbentuk dan bakteria bermanfaat akan menghasilkan enzim untuk memecah lagi molekul makanan.

5. Rektum dan anus

caturinary2

Di sini lah najis akan terbentuk dan terkumpul hingga mereka siap dikeluarkan oleh kucing ke litter box.

Waktu yang diperlukan makanan dari mulut hingga anus adalah sekitar 20 jam.

Jadi kenapa kucing kita perlu ke toilet tak lama setelah dia makan? Jawapannya adalah ketika makanan telah mencapai perut dan proses pencernaan dimulai, sebuah signall dikirimkan ke usus besar untuk mengeluarkan sisa makanan yang ada.

Hal ini disebut dengan refleks gastrolik, dan itu sebabnya kucing (bahkan manusia) akan rasa untuk buang air besar setelah mereka makan.

Leave a Reply